(VOVworld) – Lima hari setelah kegagalan kudeta, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (20/7) memberlakukan situasi darurat untuk waktu 3 bulan di negara ini.

Presiden Turki, Erdogan
(Foto: vovworld.vn)
Selain itu, pemimpin Turki ini juga menyatakan bahwa demokrasi Turki, satu calon yang sedang berusaha keras masuk Uni Eropa akan tidak terpengaruh tanpa memperdulikan penerapan situasi darurat. Perintah situasi darurat ini mengizinkan Presiden dan kabinet mengesahkan beberapa undang-undang baru, membatasi atau menghentikan semua hak dan hak kebebasan kalau dianggap perlu tanpa memerlukan persetujuan dari Parlemen.
