Presiden To Lam dan PM Republik Korea, Han Deok-Su. Foto: VOV |
Presiden To Lam menginginkan agar kedua negara terus mengembangkan secara intensif, ekstensif, substansial, dan lebih efektif hubungan Kemitraan strategis yang komprehensif di semua bidang.
Pada hari yang sama, ketika menerima PM Han Deok-Su, PM Pham Minh Chinh menganggap bahwa kedua pihak perlu terus memperkokoh kepercayaan politik, mendorong pertukaran delegasi berbagai tingkat; mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan kerja sama pembangunan – pilar utama dalam hubungan antara dua negara.
PM Pham Minh Chinh menerima PM Republik Korea, Han Deok-Su. Foto: VNA |
Pada pihaknya, dalam pertemuan dengan Presiden To Lam dan PM Pham Minh Chin, PM Han Deok-Su menilai tinggi peranan dan posisi Vietnam di kawasan dan di dunia, ingin bersama dengan Vietnam mengembangkan hubungan Kemitraan strategis yang komprehensif menjadi intensif, substansial, dan lebih efektif pada waktu mendatang.
Pada pagi hari yang sama, ketika menerima Menteri Veteran dan Orang yang Berjasa di Aljazair, Laid Rebigua, yang datang ke Vietnam untuk menghadiri upacara pemakaman Kenegaraan Sekjen Nguyen Phu Trong, Presiden To Lam menekankan, Vietnam akan selalu menghargai dan mengingat perasaan yang bernilai dari Pemerintah dan rakyat Aljazair. Dia menekankan, Sekjen Nguyen Phu Trong telah meninggalkan banyak warisan penting, di antaranya ada penghargaan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan negara-negara sahabat tradisional di Afrika, khususnya Aljazair.
Presiden To Lam menerima menerima Menteri Veteran dan Orang yang Berjasa di Aljazair, Laid Rebigua. Foto: VNA |
Ketika menerima Penasihat Keamanan Nasional India, Aji Doval, Presiden To Lam berterima kasih kepada Pemerintah dan rakyat India, PM Narendra Modi dan Penasihat Keamanan Nasional yang telah memberikan perasaan yang istimewa bagi Sekjen Nguyen Phu Trong serta bahu membahu dengan pimpinan dan rakyat Vietnam dalam waktu yang menyakitkan, memanifestasikan perasaan yang berkaitan erat dan mendalam antara dua tanah air dan dua bangsa.
Wakil Ketua Duma Negara Rusia P. Tolstoy menegaskan bahwa Rusia menghormati hubungan tradisional dan kemitraan strategis yang komprehensif dengan Vietnam sebagai prioritas primer dalam politik luar negeri Federasi Rusia.



