Pemimpin RDRK, Kim Jong-un (Foto:VNA)

Menurut “KCNA”, konferensi ini diadakan pada Sabtu (18 Juli) guna memeriksa "tugas strategis" dari unit-unit militer penting dalam menghadapi "situasi militer di sekitar Semenanjung Korea, dan mengesahkan "daftar rencana produksi amunisi penting".

“KCNA” memberitakan bahwa Pemimpin Kim Jong-un telah menandatangani perintah untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibahas di konferensi tersebut, dan langkah-langkah yang dikeluarkan di konferensi ini adalah "keputusan bersejarah" untuk menjamin kekuatan militer. RDRK. Namun, “KCNA” tidak menonjolkan langkah-langkah yang terkait "pencegahan perang" yang dibahas di konferensi tersebut.