Kapal Wise Honest dari RDRK (Foto: AFP?VNA)

Dubes RDRK mengeluarkan pendapat tersebut ketika menjawab interviu kantor berita Reuters pada Rabu (22/5). Dia menunjukkan: “Ini merupakan masalah yang paling besar dan merupakan tindakan semaunya sendiri yang melanggar hukum internasional”.

Pada tanggal 9/5 lalu, Kementerian Hukum AS memberitahukan bahwa pasukan fungsional negara ini telah menangkap kapal Wise Honest dari RDRK karena dicurigakan bahwa kapal ini mengangkut batubara dan mesin, melanggar sanksi-sanksi internasional. Ini untuk pertama kalinya AS menangkap satu kapal RDRK.

Ketika menegaskan gerak-gerik AS yang melanggar kedaulatan RDRK tersebut, Dubes Han Tae-song menuntut kepada AS supaya membebaskan kapal ini dan menekankan bahwa Washington harus mengeluarkan satu keputusan besar dalam melonggarkan sanksi-sanksi kalau ingin mengawali kembali perundingan-perundingan dengan Pyong Yang.