
Sementara itu, peneliti tentang Asia Tenggara, Gregory Poling menilai bahwa AS meniadakan kebiasaan untuk menerima pemimpin dari satu partai politik asing dengan protokol yang paling khidmat. Hal ini menunjukkan bahwa Washington memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap hubugan dengan Vietnam maupun peranan Partai Komunis. Dia mengatakan: “Kunjungan ini menunjukkan bahwa AS sangat menghargai hubungan dengan Vietnam . Biasanya Presiden AS hanya menerima kepala negara atau Perdana Menteri dari negara-negara di Pentagon, tapi pertemuan dengan Sekjen Nguyen Phu Trong merupakan satu perkecualian, melampaui protokol resepsi tradisional AS karena ini merupakansatu peristiwa yang teramat penting”.
Berbagi pandangan tersebut, peneliti Ernest Bower memberitahukan: AS menghagai peranan Vietnam di kawasan Asia Pasifik dan dua negara sedang bekerjasama secara efektif di banyak segi. Dia memberitahukan: “Pemerintah pimpinan Presiden Barack Obama menganggap Vietnam sebagai salah satu diantara para mitra yang punya fikiran yang paling strategis bagi AS di Asia. Pada kenyataannya, dua negara telah menunjukkan bahwa kita bisa bekerjasama dan memperluas lebih lanjut lagi kerjasama di bidang-bidang ekonomi, keamanan, pertahanan, temu pergaulan rakyat. AS memahami secara jelas peranan penting dari Sekjen PKV dalam hubungan kerjasama antara dua negara”.
Para pakar AS semuanya menegaskan politik Asia yang diajukan AS adalah konsisten dan kedua Partai Demokrat dan Partai Republik semuanya akan terus mendukung perkembangan hubungan Vietnam-AS./
