(VOVworld) – Pada Selasa pagi (20 Mei), Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Vietnam mengadakan sarasehan tentang “Penempatan anjungan pengeboran minyak oleh Tiongkok di wilayah laut Vietnam dari sudut hukum internasional”.

Banyak peserta sarasehan tersebut menyetujui kebijakan memecahkan situasi sekarang ini dengan langkah damai dan bersahabat yang dijalankan oleh Pemerintah Vietnam dan mengecam Tiongkok yang meminta kepada Vietnam supaya menarik kapalnya baru melakukan perundingan. Doktor Le Quy Quynh, pakar senior tentang Hukum Laut mengatakan: “Dalam jumpa pers baru-baru ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok mengeluarkan usulan yang sangat tidak masuk akal, meminta kepada Vietnam supaya menarik semua kapal dari daerah penempatan anjungan pengeboran minyak Tiongkok secara tidak sah, baru duduk di meja perundingan. Yang tidak masuk akal ialah, Tiongkok telah melanggar hak kedaulatan dan hak yurisdiksi Vietnam, tapi, Tiongkok meminta kepada Vietnam harus menarik diri dulu. Tiongkok telah dengan sengaja menyamakan tindakan melanggar kedaulatan dan hak yurisdiksi nasional, melanggar hukum internasional dengan tindakan Vietnam yang pada tempatnya”./.
