Menurut itu, pembatasan mobilitas dan pengurangan kebutuhan karena peringatan tentang merebaknya wabah Covid 19 yang cepat telah membuat maskapai-maskapai pengangkutan menghentikan atau mengurangi secara drastis misi-misi penerbangan ke Tiongkok.

Menurut IATA, dampak wabah Covid 19 terhadap kebutuhan mobilitas dengan jalan udara akan membuat maskapai-maskapai penerbangan di seluruh dunia mengalami kerugian sebanyak 29 miliar USD, dengan kerugian omzet yang pada pokoknya difokuskan di kawasan Asia-Pasifik. Maskapai-maskapai penerbangan Tiongkok akan mengalami kerugian sebanyak 12,8 miliar USD karena wabah ini,