Dalam pidato penutupan Sidang Pleno ke-13 KS PKV, Sekjen To Lam menegaskan bahwa Sidang Pleno ke-13 telah menyelesaikan seluruh isi dan agenda yang telah ditetapkan, serta mencapai 4 hasil utama, yaitu: Pertama, KS PKV telah mengesahkan dokumen-dokumen yang akan disampaikan pada Kongres Nasional ke-14 PKV; menyepakati nominasi anggota KS PKV dan Departemen Pemeriksa KS PKV untuk masa jabatan ke-14; memberikan pendapat tentang waktu, isi, agenda, peraturan kerja dan peraturan pemilihan Kongres Nasional ke-14 PKV.
Panorama Sidang Pleno ke-13 KS PKV angkatan XIII (Foto: VOV) |
Kedua, mengesahkan kesimpulan atas Laporan pelaksanaan rencana pembangunan sosial-ekonomi tahun 2025; bertekad untuk menyelesaikan target-target yang tersisa dalam Repelita 2021–2025; mempersiapkan dasar bagi rencana pengembangan ekonomi-sosial tahun 2026 dan rencana keuangan dan anggaran untuk periode 2026–2030.
Ketiga, menetapkan secara jelas hambatan-hambatan institusional yang perlu segera diatasi dalam kewenangan KS PKV; menyepakati mekanisme pemantauan -pengawasan - evaluasi secara berkala, keterbukaan dalam pelaporan tanggung jawab pimpinan, dan memacu semangat berani berpikir, berani bertindak demi kepentingan bersama.
Keempat, menyepakati arahan-arahan besar dan metode pelaksanaan kesimpulan dari Sidang Pleno ke-13 KS PKV serta kesimpulan Politbiro KS PKV selama ini.
Sekjen To Lam berbicara di depan sidang pleno tersebut (Foto: VOV) |
Sekjen To Lam menegaskan bahwa tingkat hidup dan kepercayaan masyarakat adalah ukuran terbesar dari semua kebijakan, oleh karena itu, hasil dari Sidang Pleno ke-13 KS PKV harus mampu memenuhi ukuran tersebut.
“Kita telah menyelesaikan agenda Sidang Pleno ke-13 dengan semangat baru, kepercayaan baru, dan tanggung jawab baru. Banyak peluang besar sedang terbuka: hasil positif pada tahun 2025, pola pemerintahan tiga tingkat beroperasi dengan lancar, ruang pembangunan pasca-penataan saling mendukung, dan 7 resolusi strategis dari Polit Biro sedang membuka jalan. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak kecil, yaitu: persaingan strategis, perubahan kebijakan internasional, perubahan iklim, dan tuntutan transformasi digital dan transisi hijau. Kapabilitas, kecerdasan dan aspirasi akan membantu kita mengatasi tantangan, menguasai peluang untuk mengembangkan tanah air dari hari ke hari.”


