PM Israel, Benjamin Netanyahu (kanan) dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron (Foto: VNA) |
Dalam pembicaraan telepon antara dua pemimpin, ia menekankan bahwa gerak-gerik tersebut akan bertentangan dengan hukum internasional dan menimbulkan bahaya bagi solusi dua negara berdasarkan pada perdamaian sungguh-sungguh dan jangka panjang antara Israel dan Palestina. Ia juga menegaskan bahwa Perancis terus berkomitmen tentang keamanan Israel. Ini merupakan gerak-gerik yang terkini yang dikeluarkan oleh para pemimpin di Uni Eropa untuk menimbulkan tekanan terhadap PM Netanyahu untuk membatalkan rencana tersebut. Sebelumnya, PM Netanyahu telah menetapkan tanggal 1/7 akan memulai rencana menggabungkan daerah-daerah wilayah di Tepi Barat, menurut itu akan menggabungkan lebih dari 30% area kawasan Tepi Barat, termasuk lembah Yordan, bersama dengan itu berencana mengenakan kedaulatan terhadap beberapa zona pemukiman Yahuni di wilayah ini.

