Menurut Bank Dunia, dengan jumlah kasus infeksi Covid-19 di Vietnam yang merosot secara drastis pada April, tren pergerakan dan aktivitas ekonomi terus pulih dengan indeks produksi industri dan omset ritel barang dan jasa konsumsi mencapai pertumbuhan berturut-turut sebesar 9,4% dan lebih dari 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau setara dengan laju sebelum pandemi.

Sementara itu, ekspor mencapai pertumbuhan yang menguat, sementara pertumbuhan impor datar. Hal ini mencerminkan terputusnya rantai pasokan karena dampak kebijakan “Nol Covid” di Tiongkok. Di tengah meningkatnya instabilitas global, modal FDI Vietnam yang dikucurkan tetap meningkat tajam, inflasi CPI sedikit meningkat dari 2,4% pada Maret menjadi 2,6% pada April, dan inflasi dasar meningkat menjadi 1,5% - persentase tertinggi selama 17 bulan terakhir.