Ide membentuk pusat membina kemampuan keamanan siber ASEAN-Jepang telah dikeluarkan di Konferensi para Menteri ASEAN di Jepang dan Kamboja pada tahun lalu. Diprakirakan, kira-kira 700 personil keamanan siber dari ASEAN akan lulus dari pusat ini setelah menyelesaikan program pelajaran yang dirancang oleh Jepang, di antaranya ada pembelaan siber, pemeriksaan digital dan analisis kode berbahaya.