Artikel tersebut menyatakan bahwa baik Vietnam maupun Austria memiliki pengalaman sejarah bersama yang memengaruhi identitas dua negara. Baik Austria dan Vietnam juga memahami nilai kebebasan dan perjuangan menentang penindasan dari luar negeri.

Dalam artikelnya, Magister Patrick Horvath memperkenalkan seorang Austria yang bahu-membahu dengan Jenderal Giap, yakni Ernst Frey (1915-1994) yang dikenal dengan nama Nguyen Dan. Sebelum meninggal dunia, Ernst Frey telah mengirim surat kepada Jenderal Giap untuk menegaskan bahwa baginya Vietnam merupakan negara satu-satunya yang ia bersedia mengorbankan jiwa dan raganya.

Sekarang Austria dan Vietnam menjadi mitra internasional. Nilai perdagangan antara dua negara kian berkembang dengan nilai impor Austria sebesar 1 miliar Euro per tahun terhadap komoditas Vietnam. Dengan memiliki cabang industri yang berkembang, Austria berpotensi menjadi salah satu investor penting Vietnam di masa depan.

Akhirnya artikel tersebut, Magister Patrick Horvarth menekankan Vietnam telah dengan sukses membela kebebasan yang direbut dalam perang melawan kolonialis. Ini merupakan prestasi yang teramat penting.

Sehubungan dengan peringatah HUT ke-110 Jenderal Vo Nguyen Giap, Magister Patrick Horvath menginginkan agar Austria dan Vietnam akan bersama-sama berbagi satu masa depan yang bebas, damai dan bersahabat.