Dalam konteks dunia yang bergejolak saat ini, ASEAN sedang mengalami transformasi dan perubahan yang diperlukan untuk menegaskan kapabilitas dan daya tariknya, dengan kontribusi dan peran yang tidak terpisahkan dari Vietnam, anggota penting ASEAN.
Mempertahankan solidaritas dan konsensus, serta menyelaraskan kepentingan yang beragam, adalah hal-hal yang diupayakan oleh negara-negara anggota ASEAN untuk menghadapi gejolak saat ini. Duta Besar Ton Thi Ngoc Huong, Kepala Perwakilan Tetap Vietnam untuk ASEAN, menyampaikan:
“Negara-negara anggota perlu terus menjunjung tinggi dialog dan konsultasi serta membina kepercayaan, di atas dasar saling menghormati kepentingan yang sah dan menyelaraskan kepentingan nasional dengan kepentingan regional. Selain itu, ASEAN harus mempertahankan keseimbangan hubungan dengan negara-negara besar. Untuk mengembangkan sentralitas dan secara proaktif membimbing proses kerja sama regional, ASEAN harus menjadi lebih mandiri dalam menyediakan sumber daya serta lebih fleksibel dan kreatif dalam memobilisasi sumber daya dukungan guna memenuhi kebutuhan kerja sama yang kian tinggi”.
Penerimaan ASEAN terhadap Turki sebagai Mitra Dialog ke-12, persetujuannya terhadap Jerman dan Qatar sebagai Mitra Dialog Sektoral, dan penerimaan partisipasi Inggris dalam Forum Regional ASEAN (ARF) terus menegaskan daya tarik dan posisi ASEAN yang semakin tinggi sebagai pusat yang menghubungkan kepentingan, mengoordinasikan kerja sama, dan membentuk proses regional.
