Pidato tersebut antara lain juga menekankan tindakan-tindakan kongkrit dan praksis dari Presiden Ho Chi Minh dalam pendidikan dan kebudayaan Vietnam, seperti memberantas buta huruf pasca Revolusi, menentang diskriminasi, berjuang demi kesetaraan, menegaskan kekuatan kebudayaan dalam pembangunan Tanah Air, dan percaya bahwa pada pergaulan dan dialog antara kebudayaan-kebudayaan dan solidaritas internasional merupakan jalan terbaik yang memberikan perdamaian.
Fikiran dan tindakan itu sampai sekarang masih utuh nilainya dan merupakan target yang diusahakan seluruh umat manusia. Presiden Ho Chi Minh pribadi juga adalah penyair, budayawan, wartawan dan lain-lain... dengan banyak karya yang bernilai tentang fikiran kemanusiaan, sejarah dan kesenian, seperti “Catatan harian dalam penjara” ; "Proklamasi Kemerdekaan" dan sebagainya.
