Presiden Republik Korea, Moo Jae-in (Foto: Yonhap/VNA) |
Memperingati HUT ke-2 penandatanganan permufakatan ini, pemimpin Republik Korea menekankan komitmen Seoul terhadap perdamaian masih mantap dan permufakatan ini telah tidak diselesaikan secara cepat karena “rintangan-rintangan dalam dan luar”.
Dalam pesan yang diunggah di Facebook, Presiden Republik Korea mengingatkan kembali pidato yang bersejarah-nya di depan 150.000 warga Pyong Yang pada 2 tahun lalu. Dia telah mengulangi bahwa kedua pihak telah mencapai satu permufakatan “konkret dan praksis” di bidang militer sehingga mendatangkan militerisasi di desa gencatan senjata Panmunjom. Ia menekankan, permufakatan tanggal 19 September antar-Korea akan dilaksanakan secara sukses.
Pada pihak RDRK, media negara ini pada sabtu (19 September) pagi, tidak mengungkapkan event tersebut.

