(VOVWORLD) - Dalam rangka kunjungan Kenegaraan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) To Lam beserta delegasi tingkat tinggi Vietnam ke Kerajaan Kamboja atas undangan Raja Kamboja Preah Bat Samdech Preah Boromneath Norodom Sihamoni, pada Jumat (6 Februari), kedua pihak mengeluarkan Pernyataan Bersama.
Pernyataan Bersama tersebut menyatakan bahwa selama kunjungan ini, Sekjen KS PKV To Lam melakukan pembahasan yang terbuka dan terus terang dengan para pemimpin Kamboja, dengan fokus memperdalam lebih lanjut hubungan persahabatan serta memperluas kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara. Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.
Upacara penyambutan Sekjen To Lam dan delegasi tingkat tinggi Vietnam dalam kunjungan Kenegaraan ke Kerajaan Kamboja diselenggarakan secara khidmat di Istana Kerajaan di Phnom Penh. (Foto: VOV) |
Kedua pihak menegaskan kembali pandangan konsisten yang selalu menghargai hubungan tetangga yang baik, persahabatan tradisional, serta kerja sama yang komprehensif dan berkelanjutan jangka panjang, serta berkomitmen untuk saling mendukung dan membantu demi pembangunan, perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran. Kedua pihak berupaya mencapai target nilai perdagangan bilateral sebesar 20 miliar dolar AS dalam waktu mendatang.
Kedua pihak juga menegaskan kembali pentingnya strategis dalam memperkuat peran sentral dan solidaritas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), serta melaksanakan secara penuh dan efektif Visi Komunitas ASEAN 2045 guna mewujudkan ASEAN yang tangguh, inovatif, dinamis, dan menempatkan rakyat pada sentral.
Sekjen To Lam dan Ketua Partai Rakyat Kamboja Hun Sen menyaksikan penandatanganan dan pertukaran dokumen kerja sama antara kementerian, instansi, dan daerah di Vietnam dan Kamboja. (Foto: VOV) |
Kedua pihak menekankan pentingnya menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, keselamatan, serta kebebasan maritim dan penerbangan di Laut Timur. Kedua pihak menegaskan kembali perlunya meningkatkan kepercayaan satu sama lain, menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memperumit situasi, serta menyelesaikan sengketa melalui cara-cara damai berdasarkan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982. Kedua pihak menekankan pelaksanaan secara penuh dan efektif seluruh isi Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak di Laut Timur (DOC) serta menyatakan harapan agar segera mencapai Kode Etik dari Para Perilaku di Laut Timur (COC) yang substantif, efektif, dan sesuai dengan hukum internasional.