Pernyataan bersama dari Menlu ketiga negara tersebut menganggap bahwa gerak-gerik RDRK telah melanggar banyak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan mengimbau negara ini untuk segera menghentikan semua tindakan provokatif dan menimbulkan instabilitas sehingga mengancam perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan kawasan-kawasan lain di dunia.
Pernyataan bersama antara lain mengimbau RDRK untuk segera kembali berdialog dan menekankan, dialog merupakan cara satu-satunya untuk mencapai perdamaian jangka panjang di Semenanjung Korea, AS, Jepang dan Republik Korea juga mencela RDRK yang mengirimkan serdadu ke Rusia. Dalam pernyataan bersama, AS juga menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi Republik Korea dan Jepang dengan segala kemampuan yang sedang ada, termasuk nuklir.
Sementara itu, di New York (AS), beberapa negara anggota DK PBB, pada hari yang sama, telah meminta untuk mengadakan sidang darurat pada tgl 4 November mendatang untuk membahas peluncuran rudal balistik terkini yang dilakukan RDRK.
