PM Vietnam, Nguyen Tan Dung dan PM Belanda Mark Rutte
pada jumpa pers setelah akhir pembicaraan antara PM dua negara Vietnam dan Belanda
(Foto: dantri.com.vn)
Dua pihak memberi apresiasi terhadap kerjasama antara Vietnam dan Belanda di semua forum dan organisasi internasional, sepakat terus berkoordinasi saling mendukung di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa, Forum Kerjasama antara ASEAN dan Uni Eropa.
Dua pihak menyatakan kecemasan tentang situasi yang sedang berlangsung di Laut Timur, sehingga menyebabkan ketegangan di kawasan. Pihak Belanda menegaskan lagi pendirian sesuai dengan Pernyataan Uni Eropa pada 8 Mei 2014 dan mendukung isi Pernyataan Para Menteri Luar Negeri ASEAN pada 10 Mei 2014 tentang situasi Laut Timur, yang menurut itu mendesak semua pihak yang bersangkutan di atas dasar menaati prinsip-prinsip yang mendapat pengakuan bersama dari hukum internasional, khsusnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut - tahun 1982 (UNCLOS-1982), menahan diri dan menghindarkan dari tindakan-tindakan yang bisa merugikan perdamaian dan kestabilan di kawasan, menangani semua sengketa dengan langkah damai, tidak menggunakan atau mengancam menggunakan kekerasan.
Dua pihak menekankan makna pentingnya perdamaian, kestabilan, keamanan, keselamatan, kebebasan maritim dan pernerbangan di Laut Timur dan pelaksanaan secara menyeluruh dan efektif Deklarasi tentang Perilaku dari para pihak di Laut Timur (DOC) dan perlunya mencapai cepat Kode Etik di Laut Timur (COC)./.
