![]() |
Keputusan tersebut dikeluarkan setelah persekutuan yang berkuasa menjumpai kesulitan dalam menyepakati Rancangan Undang-Undang penting yang bersangkutan dengan masuk-nya orang-orang Yahudi menjadi tentara sebagai orang-orang sekular.
Pada bulan lalu, PM Benjamin Netanyahu pernah menegaskan dalam satu tahap keamanan yang sensitif bahwa penyelenggaraan pemilu sebelum waktunya pada saat ini merupakan “kesalahan dan tidak perlu”. Dia juga berseru kepada persekutuan tersebut supaya bersatu menghindari bahaya keruntuhan. Komentar tersebut dikeluarkan beberapa hari setelah Menteri Pertahanan Avigdor Kieberman meletakkan jabatan karena berselisih tentang pemecahan bentrokan di Jalur Gaza.

