![]() |
Dia bertemu dengan wakil harian dari 15 negara anggota DK PBB di perutusan AS di PBB dan membahas perkembangan-perkembangan belakangan ini dalam hubungan dengan RDRK, di antaranya ada surat dari Pemimpin RDRK, Kim Jong-un kepada Presiden AS, Donald Trump. Hadir pada persidangan ini juga ada Duta Besar (Dubes) Republik Korea di PBB, Cho Tae-yul dan Dubes Jepang, Koro Bessho.
Ketika berbicara di depan kalangan pers setelah persidangan ini, Dubes Cho Tea-yul memberitahukan: “Kami telah membahas penilaian-penilaian kami terhadap situasi sekarang, karena hal ini bersangkutan dengan perundingan-perundingan dengan RDRK pada masa depan dan orientasi yang akan datang.” Sementara itu, Utusan Khusus AS, Stephen Biegun menolak membocorkan informasi tentang persidangan ini.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri AS memberitahukan bahwa Washington bersedia meneruskan perundingan-perundingan tingkat staf ahli dengan RDRK tentang masalah denuklirisasi. Tanggal 12/6 juga ditandai genap setahun pertemuan puncak pertama yang diadakan antara dua pemimpin di Singapura.

