Sehubungan dengan kesempatan ini, ketika menjawab interviu kalangan wartawan, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Nguyen Manh Cuong menyatakan bahwa di Dialog Shangri-la 2026, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam telah menyampaikan pidato pembukaan yang isisnya menekankan perlunya menetapkan sebuah struktur regional yang terbuka dan inklusif dengan ASEAN sebagai sentral. Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga menaruh perhatian bahwa sentralitas ASEAN bukan sekadar hal yang sudah ditetapkan tetapi perlu diperkokoh dengan solidaritas, kemandirian strategis dan kemampuan membuat agenda bersama.

AFF 2026 justru melanjutkan dan mengkonkretkan semangat itu di tingkat dialog regional. Forum tersebut menjadi tempat di mana ASEAN dan para mitra bersama-sama mendiskusikan cara mempertahankan posisi blok di tengah lingkungan strategis dengan banyak gejolak agar semua inisiatif dan mekanisme baru saling mendukung dan tidak memperlemahkan sentralitas ASEAN.

Perihal Vietnam mencanangkan dan tekun menyelenggarakan sebuah forum seperti AFF serta partisiapasi secara proaktif dan bertanggung jawab pada mekanisme-mekanisme regional dan internasional mencerminkan semangat dari salah satu anggota yang aktif dan bertanggung jawab. Itu juga cara yang Vietnam sumbangkan secara praktis pada perdamaian, stabilitas dan perkembangan bersama di kawasan.