
Sekjen PBB Ban Ki-moon
(Foto:medafricatimes)
Sementara itu, Presiden AS, Barack Obama pada hari yang sama menyatakan kegembiraan tentang Perjanjian Paris yang akan berlaku pada tanggal 4 November dan menilai bahwa ini merupakan instrumen guna menyelamatkan bola bumi secara paling efektif. Ketika berbicara di Gedung Putih, Presiden Barack Obama mengatakan bahwa Perjanjian Paris sendiri akan tidak bisa memecahkan krisis iklim sekarang, namun naskah ini akan turut melambatkan atau menyingkirkan akibat-akibat yang paling buruk. Presiden Barack Obama mengeluarkan pernyataan tersebut setelah banyak negara Eropa, termasuk Jerman, Perancis, Portugal dan Austria, pada hari yang sama, telah menyempurnakan proses pengesahan Perjanjian Paris. Menurut rencana, naskah ini akan berlaku setelah mendapat ratifikasi dari sedikitnya 55 negara yaitu menduduki 55% jumlah emisi gas limbah di seluruh dunia.
