Pasukan Hamas telah menyetujui satu gencatan senjata sementara selama 40 hari dan menolak keharusan adanya jaminan tertulis dari para mediator bahwa Israel akan terus melakukan perundingan sampai saat mencapai satu gencatan senjata selama-lamanya.

Reruntuhan setelah serangan udara Israel di kamp pengungsi Maghazi, Jalur Gaza, pada tanggal 3 Januari 2025 (Foto: Xinhua/VNA)

Sementara itu, putaran perundingan baru tentang gencatan senjata di Jalur Gaza juga telah dilakukan kembali di Doha, Ibu kota Qatar, pada Jumat (3 Januari). Semua perundingan ini fokus pada persetujuan satu gencatan senjata selama-lamanya dan penarikan pasukan-pasukan Israel. Koran “The National News” mengutip satu sumber berita akrab yang memberitahukan bahwa delegasi Israel sedang terus melakukan rapat teknis di Doha guna mempersempir kesenjangan dengan Hamas. Namun, penilaian awal menunjukkan bahwa proses perundingan belum mencapai terobosan.