Dalam satu pernyataan yang dimuat di Facebook, kepala perutusan dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, Husam Zomlot memberitahukan bahwa tanggal 13/9 merupakan waktu terakhir untuk harus menutup perutusan. Dia mencela AS yang telah mengeluarkan perintah menutup perutusan PLO dan menganggap ini sebagai tindakan “yang pantas disesalkan dan bersifat permusuhan”.

Sebelumnya, AS telah menghentikan bantuan keuangan terhadap aktivitas-aktivitas bantuan untuk kaum pengungsi Palestina, di antaranya ada bantuan tentang kesehatan dan pendidikan, menimbulkan pengaruh yang tidak kecil terhadap aktivitas-aktivitas dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pemberi bantuan kepada kaum pengungsi Palestina (UNRWA).