Pada Minggu (5 Juli), Federasi Sepak Bola Swiss mengakui bahwa, setelah hasil imbang 1-1 melawan Qatar di pertandingan pembuka, timnas Swiss telah menjadi sasaran gelombang "kekerasan di dunia maya".

Komentar yang melanggar peraturan terkait undang-undang anti-rasisme akan dilaporkan Federasi Sepak Bola Swiss kepada lembaga-lembaga pelaksana hukum yang terkait.

Informasi tersebut disampaikan setelah Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan telah menghapus hampir 400.000 komentar dan unggahan yang berisi kebencian sejak Piala Dunia dibuka pada 11 Juni. Menurut FIFA, pihak berwenang meninjau sekitar 3,8 juta unggahan dan komentar di berbagai media sosial, di antaranya 388.000 konten yang melanggar telah dihapus.