Menurut dia upaya intervensi Rusia dipimpin oleh Presdien Vladimir Putin untuk membantu Donald Trump dan menurunkan prestise Hillary Clinton.

Kesimpulan Komisi Intelijen dari Senat AS bertentangan dengan penilaian-penilaian para legislator Partai Republik yang selama berpekan-pekan ini memberitahukan bahwa Rusia tidak mengusahakan cara membantu Donald Trump menjadi Presiden AS. Seiring dengan Komisi Intelijen DPR AS dan Komisi Hukum Senat, Komisi Intelijen Senat AS juga melaksanakan investigasi secara terpisah tentang peranan Rusia pada pilpres AS. Hakim khusus Robert Muller juga melaksanakan pemeriksaan yang terpisah tentang masalah ini.