Dalam pidato yang disampaikan di Jalan Downing Nomor 10 pada pagi hari yang sama, waktu setempat, Keir Starmer menyatakan menerima kenyataan bahwa ia bukanlah orang terbaik untuk memimpin Partai Buruh dalam pemilihan umum berikutnya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh dan PM Inggris.

Setelah hampir dua tahun menjabat sebagai PM Inggris, prestise Keir Starmer dan Partai Buruh merosot karena kesulitan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Inggris serta sejumlah skandal internal. Hal ini menyebabkan tekanan dari dalam Partai Buruh agar ia mundur sehingga partai tersebut memiliki garis politik dan kepemimpinan baru.