(VOVworld) - Setelah serangan bom yang menimbulkan ratusan korban di ibukota Baghdad pada Minggu (3/7), Perdana Menteri (PM) Irak, Haider al-Abadi memerintahkan untuk mengubah langkah-langkah keamanan. PM Irak menekankan: Semua pasukan keamanan harus menghentikan penggunaan semua alat dengan tangan untuk menemukan bahan peledak di tempat-tempat kontrol karena alat ini adalah barang palsu, oleh karena tidak bisa menemukan apa-apa.

Satu gedung telah rusak setelah serangan bom di Karada, ibukota Baghdad pada 3 Juli
(Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)
