Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengebom sejumlah fasilitas infrastruktur yang diyakini digunakan oleh Hezbollah untuk tujuan militer di seluruh Lebanon selatan sejak tanggal 25 April pagi, dan menegaskan bahwa mereka akan terus bertindak tegas untuk melawan ancaman seperti yang diarahkan oleh kepemimpinan politik.

Dalam perkembangan terkait, kanal televisi milik negara Kan TV News mengutip kata-kata pejabat keamanan Israel yang memperingatkan bahwa risiko kesepakatan gencatan senjata dengan Hezbollah dapat runtuh.

Gencatan senjata awal selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku sejak 16 April, kemudian kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 3 minggu lagi setelah perundingan pada 23 April di Gedung Putih (AS). Namun, meskipun ada kesepakatan tersebut, pihak Israel tetap melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran Hezbollah di Lebanon Selatan, yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan memicu aksi balasan dari Hezbollah.