Berbicara dalam kesempatan tersebut, PM Le Minh Hung meminta pemerintah kota tersebut untuk meninjau kembali skenario pertumbuhan; mengidentifikasi ruang lingkup setiap sektor; dan memaksimalkan potensinya pada bulan-bulan akhir tahun ini, terutama sektor-sektor yang masih memiliki ruang besar, seperti: industri pengolahan dan manufaktur, farmasi, logistik, serta keuangan dan perbankan. PM Le Minh Hung meminta:
“Pencairan investasi publik, khususnya proyek-proyek infrastruktur utama, sangat memengaruhi penanganan kemacetan lalu lintas, banjir, polusi lingkungan.... Ini adalah hambatan-hambatan yang belum dapat diselesaikan secara mendasar oleh kota-kota besar seperti Hanoi dan Kota Ho Chi Minh selama bertahun-tahun. Hal ini pada gilirannya memengaruhi kehidupan masyarakat, berdampak langsung pada lingkungan yang kompetitif, serta mobilisasi investasi kota. Itulah masalah-masalah yang harus difokuskan Kota Ho Chi Minh.”
Menurut Laporan Kota Ho Chi Minh, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota pada kuartal pertama meningkat sebesar 8,27%, yang merupakan tingkat pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Penarikan Investasi Langsung Asing (FDI) mencapai lebih dari 6,6 miliar USD. Model pemerintahan daerah 2 tingkat pasca-konsolidasi pada dasarnya telah beroperasi secara stabil, lancar, dan mulai menunjukkan efektivitas. Pelaksanaan pemangkasan dan penyederhanaan 570 prosedur administratif telah memangkas waktu penyelesaian hingga hampir 40%./.
Pada sore hari yang sama, di Kota Dong Nai, PM Le Minh Hung melakukan rapat kerja dengan Badan Harian Komite Partai Komunis Dong Nai. Pada rapat kerja tersebut, PM Le Minh Hung menekankan bahwa Kota Dong Nai harus meninjau perencanaan yang terkait dengan bandara Long Thanh, menjamin sifat singkron, mengonektivitaskan infrastruktur, memanfaatkan secara maksimal pengembangan Bandara Long Thanh ketika dioperasikan pada akhir tahun 2026.
