Dalam pidato arahannya, PM Le Minh Hung menilai bahwa Komisi Militer Pusat dan Kementerian Pertahanan telah proaktif dan responsif dalam pekerjaan memberi masukan strategis di bidang militer dan pertahanan, guna memenuhi tugas menjaga tanah air baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Komisi Militer Pusat dan Kementerian Pertahanan telah berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi kreatif, serta transformasi digital; pengembangan industri pertahanan yang mencapai hasil sangat menonjol dengan langkah maju dalam penguasaan teknologi. Bersamaan dengan itu, melaksanakan dengan baik fungsi sebagai angkatan kerja produksi dan memberikan kontribusi aktif dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi dua digit.

Diplomasi pertahanan terus menunjukkan efektivitas, dengan partisipasi aktif dalam berbagai forum internasional, pelaksanaan tugas penjagaan perdamaian PBB, operasi pencarian dan penyelamatan, serta bantuan kemanusiaan internasional. Hal ini turut berkontribusi dalam membangun citra Tentara Vietnam yang modern, humanis, berkapasitas, bertanggung jawab, serta berperan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan maupun dunia.

Ketika menunjukkan bahwa dalam waktu ke depan situasi dunia akan terus berkembang secara kompleks, PM Le Minh Hunug meminta Komisi Militer Pusat dan Kementerian Pertahanan untuk terus meningkatkan kualitas pemberian masukan strategis di bidang militer, pertahanan, dan hubungan luar negeri.

Angkatan bersenjata harus melihat lebih jauh ke depan, melakukan persiapan lebih awal, serta memberikan masukan yang lebih mendalam; mampu mengidentifikasi ancaman keamanan tradisional maupun non-tradisional, sehingga negara tidak mengalami kejutan strategis dan tidak membiarkan peristiwa eksternal berkembang menjadi krisis di dalam negeri. Beliau juga menekankan perlunya terus membangun tentara revolusioner yang reguler, elit, dan modern. Industri pertahanan harus dikembangkan secara mandiri, berbasis kekuatan sendiri, tangguh, bersifat ganda dan modern, menjadi ujung tombak industri nasional serta mampu menguasai teknologi pertahanan secara mandiri.