Perdana Menteri (PM) Vietnam, Le Minh Hung dan delegasi tingkat tingi Vietnam menghadiri event-event tersebut.

Di sidang pleno segera upacara pembukaan, PM Le Minh Hung menekankan bahwa menghadapi tantangan terkoneksi, multi-dimensi, pertanyaan bagi ASEAN bukan “Terdampak atau tidak?” maka bagaimana ASEAN bersama menghadapinya.

Vietnam siap memberikan pangan pada situasi darurat, berbagi pengalaman yang terkait dengan negara-negara ASEAN dan akan terus berkoordinasi erat dengan negara-negara anggota ASEAN dalam mendukung warga negara”.

PM Le Minh Hung juga meminta untuk mendorong kerja sama substansial guna memperkuat kekuatan internal dan daya tahan ASEAN. Menurut itu, perlu melaksanakan dengan efektif Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN dan segera menyelesaikan Perjanjian keranga Ekonomi Digital ASEAN.

Saya mengimbau memperkuat koordinasi dan solidaritas ASEAN, di antaranya perlu meningkatkan efisiensi konsultasi dan koordinasi lintas instansi dalam semua situasidarurat serta terus mengembangkan peran koordinator dari Badan Sekretariat ASEAN untuk menjamin agar komitmen-komitmen regional dilaksanakan secara berturut-turut, sinkron dan efektif. Vietnam menghargai kerja sama ASEAN dan membangun Komunitas ASEAN. Kami berkomitmen memberikan kontribusi positif dan bertanggung jawab pada upaya-upaya ini”.

Semua usulan Vietnam telah mendapat apresiasi pimpinan ASEAN mengenai isi dan sidat aktual. Di atas usulan Vietnam, Konferensi tersebut sepakat mengeluarkan Pernyataan Pemimpin ASEAN mengenai berbagai Aksi prioritas dalam memperkokoh kemandirian regional guna menghadapi semua konsekuensi dari situasi Timur Tengah, pandangan politik ASEAN terhadap semua konsekuensi, visi para pemimpin untuk memosisikan ASEAN dalam struktur regional dan strategi serta langkah adaptasi bersama yang bersifat bertindak dan implementasi.