Berdiskusi dengan Sultan Brunei, Haji Hassanal Bolkiah, PM Le Minh Hung meminta kepada kedua belah pihak untuk melaksanakan Program Aksi penggelaran hubungan Kemitraan Komprehensif Vietnam-Brunei periode 2023-2027 secara efektif. Di samping itu, memperkuat kerja sama ekonomi-perdagangan, meninjau pembentukan mekanisme Komite Gabungan tentang kerja sama perdagangan, memperkuat kolaborasi di bidang perikanan. Di pihak lain, Sultan Brunei menegaskan bahwa negara ini mendukung Vietnam menyelenggarakan Tahun APEC 2027 dengan sukses. Sekaligus meminta kedua negara untuk memperkuat kerja sama di sektor perdagangan dan energi.
Dalam pertemuan dengan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, PM Le Minh Hung menegaskan Vietnam mendukung Filipina untuk menyukseskan Keketuaan ASEAN 2026, demi memperkokoh solidaritas, kesatuan dan sentralitas ASEAN. Mengenai kerja sama bilateral, kedua pemimpin sepakat meningkatkan nilai perdagangan bilateral segera mencapai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Disamping itu, memperkuat kerja sama dalam menjamin ketahanan pangan dan energi, serta bekerja sama melakukan penelitian di bidang ilmu kelautan.
Ketika menerima PM Kamboja, Hun Manet, kedua pemimpin menegaskan kerja sama pertahanan-keamanan tetap menjadi pilar utama, sementara kerja sama ekonomi menjadi titik terang dalam hubungan bilateral. Kedua belah pihak berkomitmen untuk Menekankan pentingnya menjaga garis perbatasan yang damai dan stabil serta kerja sama dan pembangunan yang berkelanjutan, menangani semua masalah yang muncul secara rasional dan tepat waktu, serta berkoordinasi menjaga kelestarian lingkungan di kawasan perbatasan.
Pada kesempatan yang sama, PM Le Minh Hung juga melakukan pertemuan dengan PM Timor Leste, Xanana Gusmao, dan menerima Presiden Bank Pembangunan Asia, Masato Kanda.
