Hadir dalam sidang pleno tersebut, Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN, Kao Kim Hourn, dan Kepala delegasi negara-negara anggota ASEAN.

Dalam pidato pembukaan sidang pleno tersebut, Presiden Putin menekankan peran strategis Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam hubungan internasional. Pemimpin Rusia menegaskan bahwa ASEAN memikili reputasi yang baik di kawasan Asia-Pasifik maupun di tingkat global. ASEAN dinilai teguh dalam menghadapi tantangan zaman, dengan membentuk sistem kerja sama lintas nasional yang berdasarkan standar hukum internasional yang telah diakui secara luas semberi mempertimbangkan kepentingan masing-masing pihak.

Pemimpin Rusia menyampaikan Agenda terpadu, yang difokuskan pada pembahasan isu regional dan internasional saat ini. Di samping itu mengevaluasi hasil kerja sama Rusia-ASEAN selama 35 tahun terakhir, serta membahas berbagai orientasi, target dan tugas masa depan hubungan Kemitraan Strategis Rusia-ASEAN. Kepala Negara Rusia juga menekankan isu-isu ekonomi, di antaranya kerja sama harus mencakup perusahaan kecil, menengah dan besar.

KTT tersebut bermakna penting dalam mendorong hubungan Kemitraan strategis ASEAN-Rusia, memperkokoh komitmen politik, memperbarui motor penggerak kerja sama, menetapkan orientasi strategis untuk hubungan ASEAN-Rusia pada periode mendatang yang mencakup tiga pilar politik-keamanan, ekonomi, sosial dan budaya.

Dalam pidatonya di KTT tersebut, PM Le Minh Hung menegaskan bahwa menghadapi berbagai perkembangan yang rumit dan sulit diduga, ASEAN dan Rusia perlu proaktif bersama-sama membina lingkungan yang stabil, setara dan lebih berkelanjutan. Vietnam mendukung penanganan secara damai semua perselisihan dan konflik di atas dasar hukum internasional, Piagam PBB, Konvensi PBB mengenai Hukum Laut 1982. Vietnam menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai situasi Timur Tengah.

PM Le Minh Hung mengajukan tiga orientasi besar untuk mendorong hubungan ASEAN-Rusia secara efektif dan substansial yang meliputi meningkatkan strategi hubungan melalui penyelenggaraan secara rutin KTT ASEAN-Rusia, memperkuat hubungan antara AIPA dan Parlemen Rusia, melakukan kerja sama substantif melalui mengatasi semua hambatan logistik, pendekatan pasar dan mekanisme pembayaran. Di samping itu, membawa nilai perdagangan bilateral mencapai 45 miliar dolar AS pada tahun 2035, meningkatkan kemandirian dan daya tahan, khususnya, menjadikan energi sebagai pilar kerja sama utama, berkontribusi melaksanakan Konvensi Hanoi mengenai pencegahan dan pemberantasan kriminalitas siber.

Pada akhirnya konferensi, Pemimpin ASEAN dan Rusia sepakat mengesahkan Pernyataan Kazan 2026 : “ASEAN-Rusia: Bhinneka Tunggal Ika – 35 tahun kemitraan”, Pernyataan ASEAN-Rusia mengenai kerja sama enegri dan Pernyataan ASEAN-Rusia mengenai kerja sama budaya serta Rencana kerja ASEAN-Rusia periode 2026-2030.