Arahan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Le Minh Hung dalam Konferensi Evaluasi Sementara Pekerjaan Keamanan Publik Semester Pertama tahun 2026 serta evaluasi satu tahun pengorganisasian keamanan publik daerah dua tingkat terkait batas administratif baru, yang berlangsung pada Kamis pagi (02 Juli), di Kota Hanoi.
Dalam konferensi tersebut, PM Le Minh Hung meminta pasukan keamanan publik untuk terus menjadi teladan dalam mengkonkretkan dan melaksanakan kebijakan serta strategi Partai. Mereka harus menjadi pelopor dalam menciptakan dan mendorong pembangunan melalui hasil dan produk nyata; serta fokus mengatasi hambatan untuk membuka sumber daya demi mencapai target pertumbuhan dua digit. Beliau juga menekankan agar pasukan keamanan publik meningkatkan kemampuan prediksi strategis, tidak boleh pasif atau terkejut dalam situasi apa pun, serta mampu memahami kondisi sejak dini, dari jauh, dan dari tingkat paling dasar.
“Pasukan keamanan publik diharapkan mampu mendeteksi tren, pergeseran dan perubahan strategis. Mereka tidak hanya memberikan peringatan terhadap risiko, tetapi juga mengusulkan kebijakan, solusi dan langkah-langkah untuk melakukan pencegahan secara proaktif. Khususnya, terhadap isu-isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan negara, kebijakan luar negeri untuk menarik sumber daya, termasuk investasi asing, serta isu ketahanan energi seperti pasokan bensin dan minyak, pasokan listrik, dan pemanfaatan efektif sumber daya investasi publik. Mempercepat proses penanganan serta membuka kembali sumber daya yang terhambat pada proyek-proyek yang mengalami stagnasi atau kemacetan".
