Panorama konferensi tersebut (Foto: VOV) |
Ia meminta agar di samping memecahkan dan mengatasi kesulitan dan problematik untuk mengembangkan pendidikan, perlu mengeluarkan solusi-solusi yang mendesak dan tepat waktu untuk tahun ajar baru dengan upaya tertinggi dan perhatian yang paling mendalam terhadap semua guru, pelajar, mahasiswa dalam masa sulit ini.
Tentang rencana tahun ajar 2021-2022, PM meminta agar menggelarnya menurut arah: Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk melaksanakan vaksinasi dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap kelompok umur. Para pelajar dan mahasiswa yang mendapatkan dua dosis vaksin bisa bersekolah secara normal dengan 5 protokol kesehatan seperti sedang dilaksanakan banyak negara di dunia. Terhadap daerah-daerah tanpa wabah secara proaktif berencana membolehkan pelajar kembali ke sekolah, tetapi mengeluarkan langkah-langkah memeriksa dan menyaring, menjamin lingkungan, dan melaksanakan langkah pencegahan dan penanggulangan wabah yang sesuai. Terhadap daerah yang menghadapi risiko penyebaran wabah tinggi dan sangat tinggi, solusi mendesak ialah tetap mengadakan pengajaran online. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan harus mengeluarkan bimbingan yang konkret serta program pengajaran dan pembelajaran yang sesuai. Pimpinan daerah perlu memperhatikan dan membantu para pelajar yang mengalami kesulitan, tidak memiliki instrumen belajar online, menjamin keadilan dalam belajar.

