![]() |
Ketika berbicara di depan sidang dengan para menteri dalam Pemerintah Republik Korea, PM Lee Nak Yeon menunjukkan bahwa pada saat mendorong dialog, Pemerintah Republik Korea akan sekaligus mempercepat secara “tidak lambat” penggugatan kepada WTO untuk mengatasi “balasan ekonomi yang tidak adil” dari Jepang. Dia mengeluarkan komentar itu beberapa jam setelah keputusan Pemerintah Jepang yang menyingkirkan Republik Korea dari “daftar putih” resmi berlaku.
Sebelumnya, pada satu sidang pada Selasa (27/8), PM Lee Nak Yeon menekankan perlu melakukan dialog antara Jepang dan Republik Korea agar situasi tidak menjadi buruk, bersamaan itu berkomitmen mempersiapkan langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing dari barang-barang onderdil dan peralatan yang dibuat dalam negeri dan menghentikan ketergantungan pada barang-barang Jepang.

