Ketika berbicara di depan jumpa pers, PM Selandia Baru, Jacinda Ardern memberitahukan bahwa investigasi ini akanakan partisipasi oleh pasukan mata-mata dan polisi. Sebelum-nya, Kantor Pemerintah Selandia Baru mengumumkan bahwa negara ini akan mengadakan upacara duka cita untuk mengengangkan para korban yang tewas dalam penembakan ini. Penembakan pada 15/3 ini di Kota Christchurch merupakan pembunuhan massal yang paling mengerikan dalam sejarah Selandia Baru. Pelaku penembakan ini adalah Brenton Harrison Tarrant, 28 tahun, warga negara Australia.