Dalam pertemuan tersebut, PM Le Minh Hung meminta JICA untuk mempelajari beberapa arah kerja sama Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) di masa mendatang. Beliau juga meminta JICA untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan serta berbagai kementerian, instansi dan pemerintah daerah di Vietnam dalam menyusun daftar kerja sama untuk periode 2026-2030; berkoordinasi dengan pihak Vietnam dalam mempercepat kemajuan Proyek Universitas Vietnam-Jepang, menerapkan mekanisme Kelompok kerja tiga pihak antara Kementerian Keuangan, Kedutaan Besar Jepang dan JICA guna membahas proyek-proyek yang mengalami kendala, mengusulkan solusi, serta mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua JICA Tanaka Akihiko menyatakan bahwa JICA telah mengusulkan arah kerja sama ODA baru dengan Vietnam pada periode mendatang, yang mencakup empat pilar utama, yaitu: pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi; pengembangan industri dan rantai pasokan; pembangunan dan penyempurnaan institusi serta kebijakan; dan pengembangan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu fokus utama kerja sama antara Jepang-Vietnam secara umum, dan JICA- Vietnam secara khusus, terutama dalam mendorong kerja sama untuk segera meluncurkan satelit LOTUSat-1.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak telah membahas upaya untuk terus mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek dan program kerja sama penting, seperti: proyek Universitas Vietnam-Jepang, proyek jalur kereta api perkotaan Hanoi nomor 2 pada ruas Thang Long-Tran Hung Dao.
