Pada KTT ini, para pemimpin akan fokus membahas kerjasama dalam menanggulangi Covid-19, perdagangan investasi, ekonomi digital dan pembangunan yang berkelanjutan.
PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc (Foto: Thong Nhat/VNA) |
Juga pada konferensi pers ini, ketika menjawab pertanyaan tentang masalah Laut Timur di KTT ke-37 ASEAN dan KTT ke-15 Asia Timur (12-15/11), Jubir Kemenlu Vietnam, Le Thi Thu Hang menunjukkan: wakil berbagai negara menyatakan keprihatinan atas situasi Laut Timur dan menegaskan perlunya mempertahankan perdamaian yang berkelanjutan, stabilitas yang berjangka panjang di wilayah perairan yang penting di kawasan. Untuk mencapai target tersebut perlu menjunjung tinggi semangat dan tanggung jawab, khususnya menghindari semua tindakan yang bisa meningkatkan ketegangan, merumitkan lagi situasi, tidak melakukan militerisasi. Semua negara juga menyatakan bahwa perlu menjunjung tinggi hukum internasional, di antaranya UNCLOS 1982, kerangka hukum bagi semua kegiatan di laut, menangani sengketa dengan langkah damai.
Semua negara mengimbau ASEAN dan Tiongkok untuk memperhebat pelaksanaan DOC secara lengkap, dan berupaya mengadakan kembali perundingan tentang COC secara berhasil-guna dan berdaya-guna, sesuai dengan hukum internasional, di antaranya UNCLOS 1982.

