Para pendukung faksi kudeta berkumpul di depan pangkalan militer Prancis di Ibukota Niamey pada 11 Agustus (Foto: Mahamadou Hamidou/Reuters) |
Dalam komunike yang dikeluarkan pada Jumat, junta militer di Niger mengatakan permintaan pengusiran bertolak dari hal Duta Besar Prancis untuk Niger, Sylvain Itte, yang menolak undangan untuk berpartisipasi dalam dialog yang diadakan pada hari yang sama maupun perihal Pemerintah Prancis terus melakukan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan Niger. Pengumuman tersebut juga menyatakan bahwa Perwakilan Diplomatik Prancis tidak lagi disambut dan harus meninggalkan Niger dalam 48 jam ke depan.
Selain Prancis, junta militer di Niger pada Jumat juga mengeluarkan pernyataan pengusiran terhadap Duta Besar Jerman dan Duta Besar Nigeria untuk Niger, dengan alasan yang sama.
Pasukan kudeta di Niger berulang kali menuduh Prancis ingin melakukan intervensi militer ke Niger untuk membawa kembali presiden terguling Mohamed Bazoum, sekaligus mengatakan bahwa Perancis berada di belakang dalam mendukung dan mendominasi Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS), yang pernah mencakup negara-negara bekas jajahan Perancis, untuk memberikan tekanan.

