(VOVoworld) – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Senin (23/5), memulai kunjungan resmi di Vietnam, atas undangan Presiden Vietnam, Tran Dai Quang. Pada Senin pagi (23/5), setelah acara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan, Presiden AS, Barack Obama melakukan pembicaraan dengan Presiden Vietnam, Tran Dai Quang. Dua pemimpin bersama-sama memimpin jumpa pers yang akan diadakan sesudah itu.

Presiden Vietnam, Tran Dai Quang dan Presiden AS, Barack Obama di depan jumpa pers.
(Foto: vov.vn)
Dua pihak juga berbahas tentang situasi di Laut Timur pada waktu belakangan ini, serta menegaskan terus bekerjasama menangani masalah perubahan iklim dan penggunaan secara berkesinambungan sumber air sungai Mekong. Presiden Tran Dai Quang memberitahukan: “Dua pihak berbagi secara semakin banyak di semua bidang bilateral dan multilateral. Dua pihak telah berbagi semakin banyak kepentingan dan perhatian bersama, khususnya masalah mempertahankan perdamaian dan kerjasama perkembangan di kawasan. Kemajuan-kemajuan yang dicapai dua negara berasal dari kenyataan dimana dua pihak berbagi banyak perhatian dan kepentingan bersama serta dengan serius melaksanakan komitmen, menghormati kemerdekaan, kedaulatan, institusi politik dan kepentingan yang sah satu sama lain. Kunjungan yang dilakukan Presiden Barack Obama kali ini akan menciptakan lebih banyak tenaga pendorong bagi pengembangan hubungan Vietnam – Amerika Serikat pada waktu mendatang, memberikan sumbangan yang positif untuk mempertahankan perdamaian, kestabilan dan kerjasama perkembangan di kawasan Asia – Pasifik dan di dunia”.
Presiden Barack Obama memberitahukan bahwa prioritas yang paling tinggi dari Amerika Serikat sekarang ialah memainkan peranan yang lebih besar dan lebih berjangka panjang di kawasan Asia – Pasifik, diantaranya ada hubungan kemitraan komprehensif dengan Vietnam. Pada kunjungan ini, dua pihak telah menyepakati banyak solusi penguatan di berbagai bidang, khususnya Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) guna membantu Vietnam melakukan integrasi internasional secara lebih baik lagi, memberikan kepentingan kepada kedua negara. Presiden Barack Obama menegaskan: “Amerika Serikat menghapuskan sepenuhnya embargo senjata pembunuh yang telah dikenakan terhadap Vietnam selama 50 tahun ini. Hal ini menjamin agar Vietnam bisa mendekati peralatan yang perlu untuk membela diri. Bersamaan itu meninggalkan akibat-akibat yang tersisa sejak perang dingin. Hal ini juga memperkuat komitmen Amerika Serikat untuk melakukan normalisasi, termasuk hubungan pertahanan dengan Vietnam dan dengan kawasan”.
Pada siang harinya, Presiden Barack Obama melakukan kontak dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam, Nguyen Thi Kim Ngan. Pada sore harinya, Presiden Barack Obama melakukan pertemuan-pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong dan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc. Kunjungan Presiden Barack Obama di Vietnam kali ini akan turut memperkokoh dan memperkuat hubungan kemitraan komprehensif Vietnam-AS.
