Presiden AS, Donald Trump dan Jenderal K.Haftar (kanan) (Foto: internet)

Dalam perbahasan pada 15/4 ini, Presiden Donald Trump dan Jenderal Haftar telah berbahas tentang “upaya-upaya anti-terorisme” serta perlunya mencapai perdamaian dan kestabilan di Libia”. Dua fihak juga berbagi “visi bersama terhadap proses transisi di Libia untuk menuju ke satu sistem politik yang stabil dan demokratis”.

Sekarang, baku tembak antara pasukan tentara yang setia dengan Pemerintah Persatuan Nasional Libia (GNA) yang diakui oleh dunia internasional dengan pasukan yang mengontrol Libia Timur tetap berlangsung secara rumit di Tripoli, Ibukota Libia. Baku tembak telah meledak pada 4/4 lalu ketika LNA pimpinan Jenderal Haftar telah mencanangkan satu perang untuk menduduki Ibukota Tripoli. Bentrokan ini telah memaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa harus menunda konferensi nasional untuk mengusahakan peta jalan bagi pemilihan nasional di Libia.