![]() |
Ketika berbicara kepada kalangan wartawan, Presiden Donald Trump memberitahukan bahwa jika pertemuan puncak berlangsung, maka “akan berlangsung”, kalau tidak, AS akan menjalankan langkah selanjutnya. Dia juga menegaskan akan tidak mencari cara menerapkan apa yang dinamakan “pola Libia” tentang denuklirisasi untuk memaksa Pyong Yang menghapuskan senjata nuklir. Presiden Donald Trump menunjukkan: Pemimpin Kim Jong-un “akan mendapatkan pembelaan yang sangat mantap” dan tetap akan “memimpin Tanah Airnya”.
Pada hari yang sama, juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders menegaskan tetap sedang melaksanakan rencana mempersiapkan pertemuan puncak AS-RDRK.
Dalam satu perkembangan yang bersangkutan, Kantor Berita Sentral Korea (KCNA), pada Kamis (17 Mei) memberitakan: RDRK akan tidak ikut pada pembicaraan dnegan Republik Korea selama belum berhasil memecahkan masalah-masalah yang menuju ke penghentian pertemuan puncak pada pekan ini.

