Ketika menjawab interviu di depan kalangan pers, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Rex Tillerson menekankan bahwa dia dan Presiden Donald Trump juga tidak menyatakan bahwa sanksi-sanksi yang baru akan menguntungkan upaya-upaya diplomatik antara Washington dan Moskwa. Sementara itu, Wakil Presiden AS, Mike Pence menilai bahwa RUU tersebut memanifestasikan “suara tunggal” antara pemimpin Gedung Putih dan Kongres AS.