Presiden Donald Trump (Foto: Reuters)

Pada 5/2017 lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa usaha mendorong perdamaian antara Israel dan Palestina barangkali “tidak sesulit seperti orang-orang kirakan selama bertahun-tahun”. Akan tetapi, dalam pidatonya pada Kamis (6/9), Presiden Donald Trump mengakui bahwa mungkin dia telah salah ketika memberikan penilaian seperti itu dan dia “mulai percaya” bahwa permufakatan damai antara Israel dan Palestina merupakan permufakatan yang paling sulit yang dicapai. Akan tetapi, Presiden Donald Trump menekankan bahwa AS akan berupaya keras untuk memberikan perdamaian untuk kawasan yang tidak stabil ini, bersamaan itu menegaskan bahwa kunjungan di Timur Tengah yang dilakukan perutusan AS yang dikepalai Jared Kushner, Penasehat senior urusan Timur Tengah, sekaligus adalah menantu laki-laki Presiden Donald Trump telah “mencapai kemajuan”.

Juga pada perbahasan tersebut, Presiden Donald Trump memberitahukan bahwa AS akan untuk sementara menghentikan pemberian bantuan kepada Palestina sampai saat Pemerintah Palestina duduk di meja perundingan.