Menurut Presiden Duterte, kalau IS menginjakkan kaki di Luzon, ini berarti bahwa terorisme benar-benar sudah tidak jauh lagi dan dia mungkin akan menyatakan darurat militer untuk melindungi warga-nya.

Presiden Duterte menunjukkan bahwa daurat militer ini akan memungkinkan pasukan keamanan memeriksa dan menangkap orang tanpa ada perintah. Selain itu, dia juga memberitahukan akan menerapkan jam malam di beberapa provinsi di Mindanao. Sekarang ini, pasukan polisi nasional Filipina sedang ditempatkan dalam situasi alarm di seluruh negeri.