Presiden Iran, Hasan Rohani (Foto: Kantor Berita Vietnam)

Dalam pidato-nya sehubungan dengan upacara pelantikan, Presiden Iran telah mengatakan: “Republik Islam Iran akan tidak adalah fihak pertama yang melanggar permufakatan nuklir tapi akan tidak diam-diam kalau AS tidak menghormati komitmen-nya dan Iran kanan membalas sanksi-sanksi itu dengan tindakan-tindakan rasional dan layak”. Iran menyatakan bahwa sanksi-sanksi baru yang dikenakan oleh AS, khususnya terhadap program balistik dari Teheran dan Pasukan Garda Revolusioner, melanggar permufakatan-permufakatan nuklir karena ia mencegah Teheran menormalisasi hubungan ekonomi dengan bagian sisa-nya di dunia dan menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap investasi asing.