Dalam pidato-nya di depan warga Irak, Presiden Barham Salih menegaskan pendirian-nya ialah tidak ingin Irak menjadi sebuah negara yang mengalami bentrokan dan warga Irak harus hidup dalam perdamaian dan kemakmuran. Dia berseru kepada para demonstran supaya “berpartisipasi pada satu dialog yang bersifat konstruktif dan tulus dalam kerangka nasional, di antaranya menjamin akan mengumumkan kepada warga tentang langkah-langkah reformasi serta pelaksanaan sidang-sidang langsung dan harian dengan para pemuda di semua kota”.
Presiden Barham Salih menekankan Irak merupakan “sebuah negara demokrasi dan semua-nya menaati Undang-Undang Dasar”. Dia berseru kepada semua demonstran supaya mengekang diri dan mengurangi eskalasi ketegangan, menghindari intervensi kekuatan-kekuatan asing keluar pada dialog nasional, bersamaan itu menegaskan penembakan kepada para demonstran moderat dan serangan terhadap pasukan keamanan merupakan hal yang tidak bisa diterima di Irak.
