Dalam pidato yang ditayangkan langsung di TV, Presiden Hassan Rouhani menekankan bahwa Iran telah bersedia melakukan dialog tanpa memperdulikan AS ingin ikut serta pada permufakatan nuklir ini atau tidak. Disamping itu, pemimpin Iran menegaskan kembali keinginan damai dariTeheran, tetapi juga memperingatkan akibat-akibat yang serius kalau terjadi perang dengan Negara Timur Tengah ini.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif membenarkan telah menolak undangan Senator AS, Rand Paul tentang pertemuan dengan Presiden AS, Donald Trump di Gedung Putih.
